Wednesday 25 May 2016

makalah teori moniter


MAKALAH
“TEORI MONETER”


Disusun oleh: Kelompok 1
1.      Angga Wijaya (11631092)
2.      Meliyana (11631106)
3.      Yuni atika (11631087)

Dosen Pengampuh:
Oktafian Historis,

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARI’AH
JURUSAN SYARI’AH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) CURUP
2013/2014


KATA PENGANTAR
Segala puji bagi ALLAH Swt yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat kepada kita semua. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang sederhana ini. Dan semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatnya jua pada baginda nabi Muhammad Saw, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah TEORI MONETER. Dengan tujuan agar dapat memberi pemahaman yang lebih mudah serta efektif dalam perkuliahan.
Walaupun makalah ini disusun dengan sedemikian seksama, namun kami menyadari masih sangat banyak kekurangan disana-sini dalam makalah ini.Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati kami menghatur maaf dan mengharapkan masukan dan koreksi dari pembaca,semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.












BAB  I
PENDAHULUAN


A.    Latar belakang
Pada makalah yang kami buat ini,kami membahas tentang pemahaman,lembaga keuangan, jenis-jenis lembaga keuangan,dan peran lembaga keuangan dalam perekonomian.
Di sini kami membahas tentang bagaimana peran lembaga keuangan dalam perekonomian, baik lembaga keuangan Bank maupun bukan Bank.
B.Rumusan masalah
1.jenis lembaga keuangan?
2. Peran lebaga keuangan dalam perekonomian ?
3. Apa saja lembaga keuangan bukan bank?
C.T ujuan
1.      Untuk mengetahui bagaimana peran lembga keuangan dalam perekonomian.
2.      Untuk mengetahui apa-apa saja lembaga keuangan bukan bank yang turut berperan dalam pertumbuhan ekonomi.





BAB  II
PEMBAHASAN

A.   Jenis lembaga keuangan
            Kita sering mendengar bahwa lembaga keuangan itu memiliki peran yang strategis Jenis lembaga keuangandalam perekonomian suatu  negara.pada dasarnya lembaga keuangan terdiri dari bank-bank umum serta lembaga keuangan bukan bank.Bank umum adalah bank-bank yang kewajiban-kewajibannya terdiri dari saldo rekening Koran. Di Indonesia bank-bank umum ini meliputi bank-bank devisa (baik milik pemerintah maupun swasta),bank asing,bank perkreditan rakyat,bank campuran,(swasta dan asing), serta bank pembangunan.sementara itu lembaga-lembaga keuangan bukan bank  terdiri dari lembaga-lembaga yang  bergerak dalam pasar modal,perusahaan asuransi,lembaga-lembaga penanam modal,lembaga pensiun.bank-bank umum beserta otoritas moneter merupahkan system moneter di Indonesia.otoritas moneter terdiri dari bank sentral(bank Indonesia) dan peerintah pusat, dalam hal ini pemerintah melakukan kegiatan/fungsi moneter,seperti transaksi dengan IMF atau mengadakan pinjaman dari luar negeri untuk memperkuat cadangan devisa.(bank Indonesia,1982).[1]









 



                                                                                 Faktor Produksi
                                                      (Tenaga, Modal, Tanah)                       
Rumah Tangga                                                                                           Perusahaan                                                                       
                                                                                                                              (Nonbank)
 





                                                                                                                                                        

B.Peranan  lembaga keuangan
Lembaga keuangan sebagai lembaga intermediasi memiliki peran sebagai berikut:

Ø  Pengalihan aset (asset transmutation)
Lembaga keuangan memiliki aset dalam bentuk ’janji-janji membayar’ oleh debitur, janji-janji ini pada dasarnya merupakan kredit yang diberikan kepada unit defisit dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan perjajian yang telah dibuat. Lembaga keuangan membiayai kredit tersebut menggunakan dana dari simpanan oleh masyarakat. Dalam hal ini, lembaga keuangan mengalihkan kewajibannya (financial liabilities) menjadi aset (financial assets) dengan jangka waktu sesuai kesepakatan dengan penabung dan juga debitur. Proses pengalihan kewajiban menjadi aset finansial ini yang disebut transmutasi kekayaan.


Ø  Realokasi pendapatan (income realocation)
Setiap individu pasti akan mengalami masa tua (pensiun), dan kita selalu mengharapkan masa pensiun tersebut akan dihadapi dengan tenang tanpa perlu memikirkan masalah finansial lagi. Untuk itu, kita menyisihkan sebagian pendapatan yang diterima selama masa kerja untuk persiapan masa datang. Penyisihan pendapatan tersebut pada dasarnya dapat digunakan untuk membeli barang-barang, namun nilai dari barang akan menurun seiring dengan waktu. Yang saat ini dilakukan oleh sebagian besar masyarakat adalah dengan menaruh uang simpanan mereka di bank, baik berupa simpanan tabungan, polis asuransi jiwa, program pensiun, reksa dana, dan sebagainya. Dengan begitu, aset mereka akan lebih terjaga nilainya dan resiko kerugian yang dihadapi akan sangat kecil.[2]
Ø  Transaksi (transaction)
Sekuritas sekunder (tabungan, giro, deposito) yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan, merupakan bagian dari sistem pembayaran. Produk-produk yang ditawarkan oleh bank, dimaksudkan untuk mempermudah penyelesaian transaksi barang dan jasa di samping untuk memperbaiki posisi likuiditas bank. Di sini, dapat dikatakan bahwa lembaga keuangan berperan sebagai lembaga intermediasi yaitu untuk memberikan jasa-jasa untuk mempermudah transaksi moneter yang terjadi. Bisa dikatakan, peran lembaga keuangan di tengah-tengah masyarakat sudah tidak dapat dibantahkan lagi. Peran lembaga keuangan sudah sangat begitu besar dan bisa dikatakan sudah membuat masyarakat tergantung dengan produk-produk yang ditawarkan bank, yang dapat mempermudah segala transaksi keuangan yang dilakukan oleh masyarakat. Tapi yang paling penting untuk diperhatikan di sini, bahwa kita harus teliti sebelum menggunakan jasa sebuah lembaga keuangan. Kita harus memilih suatu lembaga keuangan yang kredibel dan mempunyai reputasi yang baik dalam mengelola keuangan kita. Jangan sampai hanya karena tergiur dengan iming-iming bunga dan revenue yang besar kita jadi tidak memperhatikan reputasi sebuah bank.
Dengan adanya lembaga-lembaga keuangan dapat menawarkan berbagai jenis surat berharga menurut besar/kecilnya nilai atau jangka waktunya. Dengan demikian, bagi para Penabung dapat memilih bentuk-bentuk tabungan yang sesuai  dengan nilai dan jangka waktu yang dikehendaki. Selain itu,risiko yang ditanggung  oleh penabung menjadi lebih kecil karena lembaga keuangan ini biasanya merupakan usaha yang cukup besar bila di banndiang  dengan usaha individual. Bagi para peminjam dana (investor), lembaga keuangan ini dapat memberikan pinjaman dalam jumlah besar serta dalam jangka waktu  yang relative lama sehingga dapat memperkecil  ongkos untuk mendapatkan pinjaman dari penabung-penabung kecil. Di samping itu,lembaga-lembaga keuangan kadangkala member jasa analisis investasi dari pasar yang sangat diperlukan dalam rangka menanamkan pinjaman /modalnya. Bagi pemerintah,lembaga keuangan dapat membantu mobilisasi dana masyarakat untuk menunjang ekonomi.apabila lembaga keuangan suatu perekonomian masih sederhana /belum maju,aliran dana dari pelaju dengan peminjam dap[at terganganguh. Seperti kurangnya informasi tentang tersedianya dana atau kurangnya prasarana untuk melakukan transfer dana dapat mengakibatkan investasi tidak dapat dilakukan seefesien mungkin sehingga pendapatan nasional dapat berada dibawah potensial.[3]

C.Lembaga keuangan bukan bank
Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, secara langsung ataupun tidak langsung, menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk kegiatan produktif


Ø  Baitul Maal  
            Baitul mal Baitul mal (BMT) adalah lembaga keuangan mikro yang beroperasi dengan prinsip bagi hasil,menumbuhkembangkan bisnis usaha mikro dan kecil dalam rangka mmengangkat derajat dan martabat kaum fakir miskin.secara konseptual, baitul mal adalah lembaga keuangan syari’ah non  perbbankan yang sifatnya informal. Yang bertugas menghimpun dana  dari masyarakat dan menyalurkannya kembai kepada masyarakat. Sebagai lembaga ekonomi ia juga berhak melakukan keiatan ekonomi,seperti berdagang,industry,dan pertanian. BMT memiliki dua fungsi:  
melakukan kegiatan pengembangan  usaha-usaha produktif dan investasi   kegiatan  mendorong kegiatan menabung dan menunjang pemmbiayaan ekonominya. Dan menerima penitipan dana zakat,infaq,dan shadaqah.serta mmengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan amananya.[4]
Ø  Pasar modal
Pasar modal merupakan pasar untuk berbagi instumen keuangan jangka panjang yang bias diperjual belikan, baik dalam bentuk utang (obligasi) maupun modal sendiri(saham). Kegiatan pasar modal di Indonesia diatur dalam UUNo.8 tahun 1995(Undang-undang pasar modal/UUPM).
UUPM tidak membedakan apakah kegiatan pasar modal tersebut dilakukan dengan prisipi-prinsip syariah atua tidak.dengan demikian,berdasarkan UUPM kegiatan pasar modal Indonesia dapat dilakukan dengan prinsip-prinsip syariah atau juga dapat dilkukan dengan prinsip-prinsip konvesional.
Prinsip pasar modal syariah tent  berbeda dengan prinsip pasar modal konvesional. Sejumlah instrument syariah dipasar modal sudah dikenalkan kepada masyarakat, misalkan saham syariah yang tergabung dalam Jakarta Islamic index (JII), obligasi syariah dan reksadana syariah. Pasar modal syariahpun sudah diluncurkan pada tanggal 14 maret 2003. Banyak kalangan meragukan manfaat diluncurkannya pasar modal syariah ini, ada yang mencemaskan nantinya akan ada di kotomi dengan pasar modal yang ada. Akan ttapi badan pengawas pasar modal (bapepam) menjamin tidak aka nada tumpang tindih kebijakan yang mengatur, justru dengan diluncurkannya pasar modal syariah ini, akan membuka ceruk baru di lantai bursa.

Ø  Pasar uang
Pasar yang memperjualbelikan surat berharga jangka pendek yang jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun
v  Fungsi pasar uang
n  Menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat yang semakin berkualitas
n  Terpenuhinya kebutuhan kredit jangka pendek untuk membiayai kebutuhan modal kerja perusahaan, seperti bahan dasar, bahan pembantu untuk kelancaran proses produksinya
n  Terpenuhinya kebutuhan barang dan jasa bagi masyarakat yang semakin berkualitas
n  Memacu suksesnya pembangunan ekonomi

v  Manfaat pasar uang
Sertifikat Bank Indonesia Syari’ah (SBIS)
Instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau bank sentral atas unjuk dengan jumlah tertentu yang akan dibayarkan kepada pemegang pada tanggal yang telah ditetapkan. Instrumen ini berjangka waktu jatuh tempo satu tahun atau kurang
Repurchase Agreement (Repo) SBIS
Transaksi jual beli surat-surat berharga disertai dengan perjanjian bahwa penjual akan membeli kembali surat-surat berharga yang dijual tersebut pada tanggal dan dengan harga yang telah ditetapkan lebih dahulu
Surat Berharga Syari’ah Negara (SBSN)
Surat - surat berharga yang diterbitkan berdasarkan prinsip syari’ah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN dalam mata uang rupiah.
·         Repurchase Agreement (Repo) SBSN
·         Instrumen Pasar Uang Antarbank Syari’ah (PUAS)
·         Surat Berharga lain yang berkualitas tinggi dan mudah dicairkan

v  Pihak yang terlibat dalam pasar uang
Bank
Lembaga Pemerintah
Perusahaan Asuransi
Yayasan
Lembaga Keuangan lainnya (Koperasi & Rumah Gadai)

Ø  Reksa dana syariah
Reksa dana syariah adalah satu bentuk investasi kolektif, yang memungkinkan bagi investor yang memiliki tujuan investasi sejenis untuk mengumpulkan dana nya, agar dadat di investasikan dalam bentuk fortofolio  yang dilelola oleh manajer investasi.
Reksa dana merupakan satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khusunya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki waktu untuk menghitung risiko atas investasi mereka.melalui dana kolektif ini yang terkumpul di reksa dana ini, investor kecil mempunyai kemungkinana investasi di saham berkapitalisasi besar. Di samping itu diversifikasikan portofolionya juga akan menurunkan tingkat risiko yang mesti ditanggung investor. Ini yang membedakan  dengan investor individu yang biasanya  hanya dapat membeli satu jenis saham saja.
Reksa dana syariah syariah mulai lahir di Indonesia pada tahun 2000,pada waktu itu, reksa dana syariah diterbitkan oleh PT Danareksa investment management(DIM) instrumr invvestasi berbasis syariah ini di dukung dengan garansi beli kembali (buy-back guarantee) (setyanto,2002).[5]


Ø  Perusahaan Asuransi :
perusahaan yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan resiko atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum pada  pihak  ketiga karena peristiwa ketidakpastian
v  Polis Asuransi : surat kontrak pelaksanaan asuransi yang berupa kesepakatan kedua belah pihak.
Premi Asuransi : uang pertanggungan yang dibayar tertanggung kepada penanggung
v  Keuntungan Asuransi :
·         Bagi Pemilik Asuransi : 
v  keuntungan dari premi yang dibayar nasabah
v  keuntungan dari hasil penyertaan modal ke perusahaan lain
v  keuntungan dari hasil bunga investasi surat-surat berharg:

·         Bagi Nasabah              : 
v  memberi rasa aman
v  merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik lagi
v  terhindar dari resiko kerugian
v  memperoleh penghasilan di masa dating
v  memperoleh penggantian akibat kerugian kerusakan atau Kehilangan.

Ø  Perusahaan Dana Pensiun ( TASPEN ) :
Badan hukum yang mengelola dan menjalankanprogram yang menjanjikan manfaat pensiun
·         Manfaat Perusahaan Dana Pensiun Bagi perekonomian nasional :Dana yang dihimpun dari iuran peserta dapat sebagai bagi dunia usaha.
·         Manfaat bagi perusahaan Bagi peserta: Dana pensiun akan memberi jaminan pendapatan di hari tua
·         Manfaat bagi karyawan :Rasa aman  Kompensasi yang lebih baik.


Ø  Perusahaan Anjak Piutang
Badan Usaha yang melakukan kegiatan  pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan serta pengurusan piutang.
v  Manfaat bagi klien :
·         Peningkatan penjualan
·         Kelancaran modal
·         Memudahkan penagihan hutang
·         Efisiensi usaha.
v  Manfaat bagi customer :
·         Kesempatan untuk membeli secara kredit
·         Pelayanan penjualan yang lebh baik.

Ø  Perusahaan Modal Ventura
Badan Usaha yang melakukan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal kedalam perusahaan.
v  Keunggulan Modal Ventura :
·         . Sumber dana bagi perusahaan baru.
·         . Adanya penyertaan manajemen.
v  . Keperdulian yang tinggi dari perusahaan modal Ventura.
v  Dengan adanya penyertaan modal,PPU dapat mencari bantuan modal dalam bentuk lain.
v  MV menaikkan pamor PPU.
v  PPU Manfaat modal ventura :
v  Keberhasilan Usaha Meningkat
v  Efisiensi dalam Pendistribusian Barang
v  Menigkatkan Bank-abilitas perusahaan
v  Pemanfaatan Dana Perusahaan Menigka
v  Likuiditas Menigkat mendapat mitra baru yang Mendukung usaha kecil yg berpotensi berkembang dan memperluas kesempatan kerja.
·         Kelemahan Modal Ventura :
v  Terlalu selektifnya perusahaan modal ventura dalam mencari perusahaan pasangan usaha
v  Kontrol manajemen perusahaan pasangan usaha dapat diambil alih oleh perusahaan modal ventura apabila menunjukan gejala kegagalan.

Ø  Pegadaian :
Suatu usaha yang memberikan pinjaman bagi nasabah dengan jaminan barang bergerak
Tujuan Pegadaian:
Mencegah praktik ijon, riba, dan pinjaman tidak wajar, Turut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijakan program pemerintah di bidang ekonomi.

Ø  Perusahaan Sewa Guna :
pembelian secara angsuran, namun sebelum angsurannya selesai (lunas), hak barang yang diperjualbelikan masih dimiliki oleh penjual. Namun demikian, begitu kontrak leasing ditandatangani, segala fasilitas dan kegunaan barang tersebut boleh digunakan oleh Leasig. Menghemat modal dan Persyaratan lebih mudah dan fleksibel.[6]






BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dengan adanya lembaga-lembaga keuangan dapat menawarkan berbagai jenis surat berharga menurut besar/kecilnya nilai atau jangka waktunya. Dengan demikian, bagi para penabung dapat memilih bentuk-bentuk tabungan yang sesuai  dengan nilai dan jangka waktu yang dikehendaki. Selain itu,risiko yang ditanggung  oleh penabung menjadi lebih kecil karena lembaga keuangan ini biasanya merupakan usaha yang cukup besar bila di banndiang  dengan usaha individual. Bagi para peminjam dana (investor), lembaga keuangan ini dapat memberikan pinjaman dalam jumlah besar serta dalam jangka waktu  yang relative lama sehingga dapat memperkecil  ongkos untuk mendapatkan pinjaman dari penabung-penabung kecil. Di samping itu,lembaga-lembaga keuangan kadangkala member jasa analisis investasi dari pasar yang sangat diperlukan dalam rangka menanamkan pinjaman /modalnya. Bagi pemerintah,lembaga keuangan dapat membantu mobilisasi dana masyarakat untuk menunjang ekonomi.apabila lembaga keuangan suatu perekonomian masih sederhana /belum maju,aliran dana dari pelaju dengan peminjam dapat terganganguh. Seperti kurangnya informasi tentang tersedianya dana atau kurangnya prasarana untuk melakukan transfer dana dapat mengakibatkan investasi tidak dapat dilakukan seefesien mungkin sehingga pendapatan nasional dapat berada dibawah potensial.
B.     Kritik dan Saran
Dalam penyusunan makalah ini kami atas nama kelompok menyadari masih sangat banyak kekeliruan,kesalahan,kekurangan baik dalam kata maupun penulisannya. maka dari itu kami sangat berharap dan selalu terbuka untuk menerima kritik dan saranyang bersifat membangun dari pembaca yang budiman.




DAFTAR PUSTAKA
Edwin Mustafa Nasution.dkk.2010. Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islami, cetakan ketiga, Kencana, Jakarta.
Ulfah Mariyah,dkk. Kapita SelektaEekonomi Islam Kontemporer, cetakan Aapril 2010, Alfabetta,cv.
Janwari Yadi,dkk.2002, Lembaga-lembaga Perekonomian Umat, cetakan pertama, Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Nopirin.2008. Ekonomi Moneteri, cetakan keempat, UnivesitasTerbuka, Jakarta.



      







[1] Nopirin, Ekonomi Moneteri, Universitas Terbuka Jakarta,2008,hal.2.3
[3] Ibid., hal. 2.5
[4] Ulfah Mariyah dkk,Kapita selekta Ekonomi  Islam Kontemporer,hal. 115
[5] Edwin Mustafa Nasution,Pengenalan Eklusif Ekonomi Islam, Kencana, Jakarta, 2010,hal.302-310
[6] http://boniephoel.wordpress.com/2010/04/26/lembaga-keuangan-bukan-bank/

1 comment: